Posts

Showing posts from August, 2008

Lelaki Pub

Image
pernah disiarkan Jawa Pos, Minggu 10 Agustus 2008 Malam ini, pub tidak seramai kemarin. Kami duduk di meja agak depan, beberapa jengkal dari meja kasir. Sebenarnya, aku ingin memilih meja paling belakang supaya leluasa melihat pengunjung lain. Dan, tentu saja, memperhatikan Tita, pelayan pub bermata sendu itu. Tetapi, aku tidak mungkin memaksakan keinginanku. Boleh dibilang, aku tidak punya pilihan. Semua ditentukan Juan Esteban. Termasuk, di pub mana dia ingin minum bir. Laki-laki tua di depanku ini memang meminta pendapatku saat memilih meja, tapi itu basa-basi belaka. Sebab, setiap aku memberi usul, Juan selalu bilang, “Pilihanmu kurang tepat anak muda!” Kalimat tersebut masih akan bertambah panjang dengan “Anak muda sekarang sering membuat keputusan yang kurang tepat.”   Malam ini, Juan Esteban mengenakan pakaian ala koboy: baju corak kotak-kotak dengan garis-garis merah marun dan hitam dipadu rompi kulit, celana jeans belel, dan tak ketinggalan topi laken yang menyembunyikan rambu…

Jangkrik

Image
pernah disiarkan Pikiran Rakyat, Minggu 9 Agustus 2008

Malam Pergi

Image
pernah disiarkan Jurnal Nasional, Minggu 3 Agustus 2008 Panggung seluas 12 x 14 meter berdiri di pelataran rumah sohibul hajat. Disanggah empat batang besi, atap panggung berbentuk melengkung setengah lingkaran dengan terpal berwarna ungu. Lampu-lampu bertengger rapi di sisi-sisi atap, siap dimainkan bila pertunjukan dimulai. Di latar belakang panggung tertulis: Tarling Dangdut Kencana Ungu Pimpinan Sanan Asmara. Gulungan layar, dan peralatan musik seperti gong, gitar, seruling, organ, gendang, dan sejumlah properti hampir beres ditata di tengah panggung. Tinggal perangkat sound system yang masih dikerjakan di dua sisi panggung. Azan isya sudah berkumandang setengah jam lalu. Dalam bilik belakang para sinden sibuk berdandan. Sanan tampak hilir mudik cemas. “Murti ya mas?” suara Desti terdengar penuh nada cemburu. Yang ditanya sama sekali tak merespons. Wajahnya makin tampak gelisah. “Dia memang tak tahu balas budi. Baru segitu mau ninggalin kita,” ujar Desti. Terdengar orang meng…

Mella Jaarsma

Image
Cerita ini sebelumnya disiarkan Esquire, Juli 2008