Posts

Showing posts from November, 2009

Wulan Terbang

Image
pernah disiarkan tribun Jabar, Minggu 29 November 2009

Sore di Beranda

Image
disiarkan Radar Tasikmalaya, November 2009

Hujan Pagi, Sebuah Kafe

Image
Cerpen ini awalnya disiarkan Majalah Femina, 17-23 Oktober 2009

Pagi berhujan. Dari balik jendela apartemen, pemandangan tampak mengabur. Jalan sepi dari lalu lalang kendaraan. Ini memang hari libur. Orang-orang tentu lebih memilih bermalas-malasan di rumah.

Clara terbangun dengan ingatan pada wajah Joel. Laki-laki itu bilang, suasana seperti ini amat disukainya. “Aku akan keluar dari rumah, mencari ojek atau taksi, lalu berkeliling kota, asyik sekali rasanya melihat curah air hujan. Seperti kembali ke masa kecil,” ujar Joel.

“Kamu norak, Joel!”

“Tidak ada yang norak, Clara!”

“Apa seorang seniman harus selalu norak!”

“Kenapa kamu berpikir ini norak? Kupikir, kamu yang norak jika berpikir kegemaranku ini norak!”

“Memilih kegemaran jangan yang membuat kita sakit, dong, Joel!”

“Heh, lebih sakit mana dengan kegemaran merokok?”

Perdebatan itu terjadi beberapa pekan lalu saat mereka duduk berdua di sebuah kafe pinggiran kota. Joel mengritik kegemaran Clara merokok. Joel, Joel, kamu tidak t…

Mati di Kota Tua

Image
pernah disiarkan Riau Pos, Minggu  1 November 2009




Kekasihnya mati di kota tua ini oleh sebutir peluru yang melesat dari moncong senapan berperedam yang diletuskan penembak misterius dari balik jendela kaca nako sebuah gedung tua sebelah utara jalan utama. Adalah novel yang ditulis kekasihnnya yang dianggap telah menodai kesucian agama yang memicu kemarahan sekelompok orang. Salah seorang dari mereka diduga telah menghabisi kekasihnya. Dia tak habis pikir, kenapa perempuan itu tetap ngotot menuliskan tema sensitif itu, menerbitkan dan memublikasikannya secara luas, meski sudah berkali-kali dia mengingatkan bahwa nyawanya bisa terancam oleh sekelompok orang yang marah. Dia sungguh tidak tahu harus membenci atau mengagumi sikap kekasihnya yang selalu tidak peduli dengan berbagai kejengkelan, kemarahan, dan bahkan ancaman orang-orang gara-gara tulisannya yang penuh nada provokasi mengajak orang-orang mengejek Tuhan. “Kenapa kamu tidak menulis tema lain? Tentang koruptor atau pelacur yang b…