Posts

Showing posts from April, 2010

Malam Terakhir Darti

Image
cerpen ini sebelumnya disiarkan Majalah D'SARI, edisi Maret 2010




Darti memutuskan ini malam terakhir dia bertemu lelaki itu. Hubungan mereka harus diakhiri sebelum semuanya terlambat. Ini memang berat, tapi mau tidak mau harus dilakukannya. Bukan hanya untuk kebaikan dia, tapi juga keselamatan lelaki itu. Setelah malam ini Darti akan mengganti nomor telepon. Darti siap menghadapi resiko apa pun atas keputusan yang diambilnya. Dia akan menanggung kesepian. Ponselnya tidak akan lagi bergetar menjelang jam makan siang yang selalu ditunggu-tunggunya. Tak akan dia dengar lagi suara lembut yang berbisik di telinganya. Suara yang membuatnya bersemangat menghadapi pekerjaan yang selalu numpuk sepanjang pekan. Dan yang paling berat, tidak akan ada lagi seseorang yang selalu menanyakan kesehatannya, mengomentari busana yang dikenakannya, warna lipstik, potongan rambut, mendengarkan kata-katanya seraya menatap matanya dengan mesra dan penuh perhatian.
Harus malam ini, bisik Darti. Dia tidak b…