Posts

Showing posts from October, 2010

Kafe Terakhir

Image
Cerpen ini pertama kali diumumkan di Femina, 24 Oktober 2010

Menunggu di kafe. Mungkin ini terlalu klise. Apa boleh buat. Tak ada tempat lain yang lebih baik untuk bertemu dan mendengar laki-laki itu menuturkan kisah hidupnya yang mirip drama—atau memang benar-benar drama—selain di kafe. Tapi percayalah ini tidak akan berlanjut menjadi cerita perselingkuhan. Pernikahanku dengan Ted sangat bahagia, dan tentu saja terlalu berharga buat dikorbankan demi apa pun, apalagi sekadar memenuhi hasrat petualangan cinta. Ted terlalu indah untuk diduakan. Di hadapan Ted aku kehilangan bakat jadi pengkhianat.

Roni, laki-laki yang meminta bertemu di kafe ini memang lebih tampan dari Ted. Berperawakan atletis: dada bidang, perut six pack, sepasang lengan yang terlihat kuat. Seperti kata pengakuannya, dia bukan hanya rutin mengunjungi gym, tapi juga ikut kelas yoga.

Dalam dandanan yang selalu menjaga harmoni, dengan wajah bersih terawat, dan telapak tangan halus lembut ditambah harum parfum yang men…

Braile

Image
pernah disiarkan Tribun Jabar, Oktober 2010
Pulang kerja Halimah tak mendapati suaminya di rumah. Kursi bambu tempat biasa suaminya berbaring, terlihat kosong. Kecemasan seketika berkeliaran dalam benaknya. Ah, kemana Bang Sarta, batinnya, hampir serupa keluh. Lekas dia bergerak ke ruang tengah. Sebenarnya tak layak disebut ruang tengah. Rumahnya ini tidak terdiri dari ruang-ruang yang mempunyai fungsi masing-masing. Ruang tengah, ruang tamu, bahkan juga dapur menyatu belaka. Hanya disekat tirai dari kain kusam. Cukup menggunakan pendengarannya Halimah bisa memastikan ada orang atau tidak di rumahnya.

“Abang di mana?” panggilnya hampir berteriak. Jelas suaminya tak ada di rumah. Pergi ke mana Bang Sarta? Batinnya makin dicakar kekhawatiran. Bagaimana tidak khawatir. Penglihatan suaminya rabun parah. Siang hari saja dia tidak bisa melihat sekelilingnya dengan jelas, sampai nabrak-nabrak. Apalagi di cuaca remang menjelang maghrib begini. Berbagai bayangan buruk berkelebatan di kepala …