Posts

Showing posts from February, 2012

Orang Kayangan

Image
juga disiarkan Tribun Jabar, Februari 2012

Pukul sebelas malam. Saat Jaka merobek daster Nawang, lantas mengempas tubuh lampai perempuan itu ke pembaringan, Nawang sampai pada kesimpulan bahwa ia memang tidak bahagia. Cicak itu benar, batin Nawang, ini memang bukan surga. Aku harus kembali ke kayangan, keluhnya seusai pergumulan yang menyedihkan. Aku tidak boleh membiarkan diriku menderita berlama-lama di bumi celaka ini.

Sudah lama Nawang menimbang-nimbang perasaannya. Lima tahun, sungguh bukan waktu yang pendek untuk menimbang-nimbang, bukan? Kini Nawang sudah membuat keputusan. Ia tidak ingin menunda-nunda melaksanakannya. Kalau tidak sekarang, kapan lagi! Desisnya meniru sebuah iklan di televisi. Sebelum semuanya terlambat.

Dengan ekor matanya, dilihatnya Jaka lelap terkapar bersimbah peluh. Baju, celana, dan sepatu lelaki itu berserakan di lantai. Dengkur napasnya terdengar nyaring sekali. Nawang makin yakin lelaki itu bukan untuk dirinya. Keputusannya sepuluh tahun yang lalu meni…