"Madre", Blog


sampul muka Madre


Membaca ‘Madre,’ buku kumpulan cerita Dee (Dewi Lestari) membuat saya tergugah untuk kembali merawat blog saya. Sejak merebaknya jejaring sosial facebook dan twitter, blog pertama saya: ariskurniawan.blog.com yang saya  buat sejak awal 2005, memang jadi terlupakan. Saya, seperti orang-orang di seluruh dunia, keranjingan Facebook dan Twitter. Hampir saban menit selalu menyempatkan memantau jejaring ciptaan Mark Zuckerberg  dan Jack Dorsey tersebut. Seperti kecanduan, setiap pagi sebelum memulai pekerjaan, saya akan terlebih dulu mengecek dan membalas komentar di status saya, mengintip status orang, membuat catatan di notes, mengunggah foto, dan sederet kesibukan lainnya yang mungkin saya lakukan melalui jejaring sosial itu.
 Akibatnya, bukan hanya tidak pernah lagi ada postingan, blog saya bahkan hilang, alias tergusur atau digusur penyedia blog.com.  Tentu saja ini kejadian yang menyedihkan dan membuat saya memikirkannya sampai berminggu-minggu sesudahnya. Bagi saya ini sebuah kejadian yang sangat memukul saya.  Pasalnya, blog itu bukan hanya memajang hampir semua cerpen saya yang pernah diumumkan di media cetak yang dengan susah payah telah saya lacak dan saya kumpulkan kemudian beberapa yang tidak ada soft copy-nya saya ketik ulang selama berbulan-bulan, juga catatan-catatan harian, termasuk resensi dan bermacam jenis tulisan saya lainnya.
Saya akhirnya memang membuat blog lagi: ariskurniawansirya.blogspot.com. Saya kembali memajang cerpen dan semua jenis tulisan saya di sana. Tapi tentu karya-karya saya yang terbaru, saya malas harus melacak dan mengetik lagi naskah lama. Kejadian hampir serupa kembali berulang. Tapi naga-naganya bukan lantaran saya tidak mengurusnya, melainkan permintaan Google, penyedia blogspot.com, mengganti alamat email yang saya gunakan membuka blog tersebut, saya abaikan. Saya menggunakan email yahoo, Google meminta saya menggunakan Gmail.
Inilah kemudian yang terjadi: meskipun blog kedua itu tidak hilang, saya tidak bisa lagi membukanya sehingga saya tidak bisa lagi memperbarui  postingan! Maka blog saya yang ketiga, blog yangmemajang catatan yang sedang Anda baca ini, lahirlah sejak akhir 2010. Saya bertekad ingin merawat blog ini sebaik-baiknya. Dengan cara sekali seminggu setidaknya saya membuat postingan baru. Tapi ternyata tidak terealisasi, bahkan kadang tak ada satu pun postingan baru selama sebulan. Padahal sangat banyak bahan yang mestinya bisa saya tuliskan di blog.  Mulai dari resensi buku yang mestinya saya tulis, catatan perjalanan ke sejumlah kota yang belakangan banyak saya lakukan.
Menulis untuk blog atau pun bukan, begitulah, butuh energi juga. Tampaknya tekat saya untuk terus mencatat kurang kuat. Saya kemudian membaca ‘Madre’, seperti saya singgung di awal, telah menumbuhkan tekat untuk kembali menguatkan iman saya bersetia menjaga ingatan dengan membuat catatan dan memajangnya di blog.
Buku kumpulan cerita terbitan Bentang pertengahan 2011 itu saya beli akhir Juni lalu dari Gramedia Grand Indonesia.  Buku ini saya bawa ke kasir setelah mumet mau beli buku yang mana. Ternyata pilihan saya tidak keliru. ‘Madre’ buku yang menarik, baik tampilan fisik maupun isinya. Tansen, tokoh sentral dalam Madre dipertemukan dengan kekasihnya, melalui blog.
Ceritanya, Tansen tekun menuliskan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupnya ke dalam blog. Termasuk saat ia dipanggil pulang dari Bali ke kawasan Kota Tua, Jakarta, oleh seseorang yang tak dikenalnya untuk meneruskan kembali kejayaan toko roti milik leluhur Tansen.
Mei, perempuan enerjik pengusaha toko roti yang setia membaca blog Tansen, tertarik menemui Tansen.
Pertemuan mereka yang diperantarai blog, tidak hanya membuahkan cinta bagi keduanya, tapi juga membangkitkan kembali kejayaan usaha toko roti yang pernah tiarap lantaran ditinggal wafat para pendirinya. Pertemuan dua insan sampai ke pelaminan gara-gara blog, mungkin bagi kalian terlalu mengada-ada. Bagi saya tidak sama sekali. Saya ingat, saya memiliki sejumlah teman yang akhirnya menikah dengan pasangannya bahkan hanya lantaran sms salah kirim!

Comments