Posts

Showing posts from November, 2012

Orkes Simfoni, Wayang Makutharama, dan Organ Tunggal

Image

Merawat Persatuan, Menjaga Indonesia

Image
Pertunjukan ini melibatkan 504 orang pemain. Bisa dibayangkan betapa kolosalnya pentas ini. Padahal panggung itu hanya berukuran panjang sekitar 6 meter dan lebar4 meter. Perkara panggung yang sempit dan tidak mungkin menampung seluruh pemain secara bersamaan, tidak perlu dirisaukan. Karena toh tidak semua pemain harus tampil di panggung, atau panggung meliputi area penonton. Sehingga dalam pertunjukan semacam ini antara penonton dan pemain lebur; antara tontonan dan pononton seakan kehilangan batas.
Tapi benarkah seperti itu? Catatan ini tidak saya maksudkan untuk menjawab pertanyaan ini.Biarlah para ahli pertunjukan saja yang menjelaskan. Saya hanya ingin mengungkap pengalaman spiritual saya menonton pertunjukan drama musikal yang dibawakan mahasiswa-mahasiswi yang datang dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari Aceh sampai Papua. Drama musikal yang mengusung tajuk “Mutiara Timur Indonesia” ini mengangkat tema yang penuh pesan tentang merawat persatuan, untuk terus menerus menjaga I…

Biduan Desa

Image
Sebagai biduan, tak ada yang bisa menandingi kehebatan Asnah saat dia menyanyi di atas panggung organ tunggal. Dia tidak memiliki suara dan gaya khas yang mestinya dimiliki seorang biduan sohor. Tapi justru itulah kehebatan Asnah dibanding biduan organ tunggal mana pun di dunia. Karena Asnah mampu menyanyi dengan suara dan gaya yang sangat persis penyanyi aslinya.

Jika ia menyanyikan lagu milik Elvy Sukaesih, maka seakan Ratu Dangdut itulah yang tengah menyanyi di panggung lengkap dengan gaya kerlingan mata, desahan manja, dan getaran bahunya. Demikian pula saat Asnah melantunkan lagu milik Rita Sugiarto, Nur Halimah, atau pun Ikke Nurjanah. Asnah seolah menjelma jadi biduan dangdut kesayangannya itu dengan sempurna.
Tak heran kehadiran Asnah selalu dinantikan di desa mana pun dia manggung. Dan siapa saja akan dengan sukarela memberi saweran seperti ingin memperoleh pahala. Ini tentu saja membuat rombongan musik organ tunggal untung besar. Padahal wajah maupun bentuk tubuh Asnah biasa-b…

Bintan, Bintan, di Mana Hati yang Rawan Kau Sembunyikan

Image
Jika kamu mengunjungi Lagoi walau hanya beberapa jam saja, percayalah, perasaanmu akan begitu terusik. Kawasan ini sungguh permai. Bukan hanya rangkaian pantainya yang menghamparkan pasir putih lembut dengan deretan pohon-pohon kelapa yang tinggi dan ramping, tapi juga kawasan hutannya yang rindang dan tertata rapi. Inilah sebuah kawasan wisata terpadu eksklusif yang terletak di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Kawasan ini memiliki luas sekitar 23.000 Ha, diresmikan 18 Juni 1996 oleh mendiang Presiden Soeharto bersama Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong. Yap, kawasan ini memang disewakan dengan kontrak selama 70 tahun kepada Singapura. Berdasarkan situs bintantourism.com, saat ini sekurangnya ada sekitar sembilan resort di kawasan wisata Lagoi, yaitu Nirwana Resort Hotel, Indra Maya Villa, Mayang Sari, Banyu Biru, Nirwana Beach Club, Banyan Tree, Angsana, Club Med dan Bintan Lagoon.
Tapi bukan ini benar yang mengusik perasaan saya. Sejak dari pint…

Dua Butir Peluru untuk Shakira

Image
juga disiarkan bunga rampai Ibu Kota Keberaksaraan 2011

Suara tangis dan bunyi kelotak hak sepatu beradu lantai terdengar jelas di telingamu. Bahkan gulir air mata mereka dapat kamu tandai seperti kamu menandai guliran anggur ke dalam gelas berkaki panjang. Mereka adalah kawan-kawanmu. Ada dua orang berseragam polisi juga di sana, berjalan tergopoh mengiringi jasadmu yang didorong lekas ke kamar mayat.

Tapi kamu tidak sempat memperhatikan air mata mereka mengelupas bedak tebal di wajah yang sesungguhnya kasar seperti ruas jalan berbatu. Juga bulu-bulu mata palsu yang copot, terempas ke lantai dingin oleh derasnya air mata yang mengucur. Lorong rumah sakit yang muram dan sunyi.

“Shakiraaa,” jeritan itu menyentakmu. Milik seorang kawanmu yang muncul dari ujung lorong. Berlari dengan payah mengejar kereta jenazah, menubrukmu, menyingkap kain yang menutup wajah bekumu yang terlihat memucat. Ketika melihat dua lubang bekas peluru di leher dan dadamu, dia menjerit lagi, kemudian pingsan.…