Posts

Showing posts from December, 2012

Medan dan Buku Cerpen

Image

Suatu Malam Tanggal 30

Image
disiarkan juga Tabloid Cempaka edisi 38, (16 Desember 2012) Seharusnya Malida senang mendengar suaminya mau pulang malam ini. Malida memang telah merapikan seluruh ruangan: membereskan kamar, mengelap meja, mengepel lantai, membersihkan debu yang nempel di dinding dan baling-baling kipas angin, mengganti air di jembangan bunga, menyiapkan teh gula dan menyalakan dispenser. Tetapi tidak seperti biasanya semua itu Malida kerjakan tanpa konsentrasi dan begitu gugup. Semua yang dikerjakannya terasa tidak sempurna sehingga Malida harus berkali-kali mengulanginya.
Malida sama sekali tidak bisa santai membaca tabloid gosip atau nonton televisi sebagaimana dia lakukan setiap menunggu suaminya pulang. Tiap kali didengarnya deru motor lewat, jantungnya berdebar lebih kencang. Beberapa kali Malida bolak balik dari dapur ke ruang tengah, dari ruang tengah ke ruang tamu. Menyibak gorden, mengintip keluar. Lantas masuk kamar anak-anaknya yang sudah terlelap. Menatap satu persatu wajah mereka dengan g…

Pembunuh Pria Penghibur*

Image
Juga disiarkan Inilah Koran, Minggu 2 Desember 2012
Seandainya sore itu Deuce tidak pergi ke Malibu menyaksikan lomba berenang menunggang lumba-lumba, tentulah dia tidak akan datang ke Amsterdam dan menghadapi masalah serumit ini. Tetapi Deuce tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.
Dia bisa menolak secara halus maupun lugas undangan kawan Afrikanya yang kini jadi warga negara Belanda, Tiberius Jefferson Hicks, yang memiliki rumah perahu mewah di Amsterdam. Deuce tidak pernah tertarik dengan negeri Belanda sekalipun negeri itu surga bagi pecandu hasis, pasangan sesama jenis, pelacuran, dan segala bentuk kenikmatan lain. Deuce cukup bahagia hidup di pinggiran California, merawat cintanya kepada Kate yang tewas disambar hiu saat mereka berbulan madu di Malibu setahun lalu. Tak ada yang bisa menggantikan posisi Kate di benak Deuce. Cinta Deuce kepada Kate terlalu besar. Lihatlah, sejak bertemu Kate, Deuce berhenti dari pekerjaan sebagai pria penghibur.
Dua bocah yang merebut speaker dari tang…