Posts

Showing posts from August, 2013

Menghela Atambua

Image

Ayat Ayat yang Mengembara

Image
Ini buku kedua Kiai Husein Muhammad yang selesai saya baca. Pengasuh Pondok Pesantren Dar al- Tauhid Arjawinangun, Cirebon, ini telah menelurkan belasan buku. Hampir seluruh buku yang tulisnya berisi pembelaan terhadap perempuan. Ia memang kiai feminis, bahkan satu-satunya kiai feminis di Indonesia setelah Masdar F Mas’udi“dilengserkan”dari sebutan itu gara-gara mempratikkan poligami. Saya gembira sekali bersinggungan dengan buku feminis yang ditulis seorang kiai. Memberi kesejukan dan memantapkan iman saya. Selama ini diktum feminis ditebar-promosikan orang-orang berlatar belakang pendidikan Barat. Meskipun kekritisan yang disuarakan merekamengandung kebenaran rasional, namun karena riwayat pendidikan Barat-nya itu jadi menimbulkan kecurigaan tertentu di kalangan komunitas muslim.
Perjumpaan saya dengan dua buah buku Kiai Husein memberi kesejukan lantaran saya seperti mendapatkan pijakan yang mantap bahwa cara pandang dan budaya patriarkis yang begitu kuat di masyarakat, merembes dan …

Lapak Buku dan Museum Linggarjati

Image
Ada pemandangan tak lazim di taman wisata Linggajati, Kuningan, Jawa Barat, pada musim liburan usai lebaran kemarin. Pemandangan itu adalah lapak buku. Nyempil di belakang bangunan-bangunan tempat diselenggarakan pertemuan dan peristirahatan yang halamannya habis dijadikan lahan parkir dadakan, lapak buku itu terlihat begitu merana dan kesepian. Saya segera merogoh tas kamera untuk merekam pemandangan ganjil ini, tapi sial, batre kamera habis! Saya mencoba menggunakan perangkat kamera BlackBerry. Sayang, lowbet juga.
Di antara panggung dangdut, kolam renang, komidi putar, rumah hantu, serta arena hiburan lainnya, lapak buku sungguh jadi pemandangan yang ‘nyempal’. Kedai-kedai makanan dan aneka benda cinderamata menyedot lautan manusia yang terus menerus mengalir memburu hiburan. Musik dangdut beserta lengkingan vokal sang biduan bergema, menggetarkan dinding bukit. Siapakah yang peduli panggung dangdut dan kedai-kedai dadakan itu merusak kehijauan taman?

Membaurkan Kewarasan dan Kegilaan

Image
Resensi ini awalnya disiarkan Jawa Pos, Minggu, 4 Agustus 2013 Bagaimanakah sebuah novel yang dinarasikan aku,si tokoh sentral, yang mengidap skizofrenia? Kita menemukan ikan koki yang dapat berjalan-jalan dan berbicara dengan bahasa manusia. Segala ucapan dan tindakannya serupa sabda juru selamat yang harus diikuti oleh aku. Maka manakala ikan koki mengatakan aku hamil, aku pun panik.Ketika ikan koki membisiki aku supaya membunuh laki-laki yang menghamilinya lantaran ia menyuruh aku menggugurkan kandungan, aku kemudian melakukan tindakan yang dibisikkan ikan koki.

Aku memperkenalkan diri sebagai remaja yang sejak kecil menggilai apa pun yang berbau sejarah. Segala benda yang dilihatnya akan direnungkan bagaimana asal muasal terjadinya. Bahkan aku tak mau main petak umpet sebelum menemukan siapa penemu pertama jenis permainan itu (hal 11). Kegilaan aku pada sejarah dan asal mula kejadian ini agaknya dipicu oleh asal mula sejarah keberadaan aku yang samar-samar.

Belajar Filsafat Supaya Tidak Linglung

Image