Kesepian yang Semarak

Poster film dicomot dari wikipedia


Saya menonton film "Love.Net" produksi Bulgaria di Arthouse Cinema Goethe Institute. Menyaksikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di film ini saya seperti melihat peristiwa-peristiwa di lingkungan yang begitu dekat dengan tubuh saya. Bahkan mungkin tubuh kita semua.

Saya melihat tubuh-tubuh yang kesepian yang mencoba mencari penghiburan dengan cara menjadi tubuh yang lain, dunia yang lain, melalui dunia maya. Ada banyak memang yang kemudian betul-betul membawa kegembiraan dari dunia maya ke dunia nyata, namun jauh lebih banyak yang makin menepikan kesemarakan dunia nyata. Mereka tiba-tiba merasa dekat dengan seseorang yang jauh entah di mana dan pada saat bersamaan menjauhkan orang berada di dekatnya, yang hembusan napasnya terasa di leher dan tengkuk.

Mereka kemudian mendapati dirinya begitu hampa dan merasa tak dapat diselamatkan manakala dirinya yang lain hadir begitu nyata dan menyingkirkan dirinya yang sejati hilang entah ke mana. Kesepian memang begitu menakutkan. Itulah mungkin teknologi yang memungkinkan orang terhubung dengan setiap orang di dunia ditemukan oleh orang-orang yang kesepian.

LOVE.NET menampilkan kesakitan-kesakitan tak terperikan dari orang-orang yang hidup dalam kesibukannya sendiri. Ada sepasang suami istri (Filip Bogatev dan Andrey Bogatev) yang masing-masing menjadi diri yang lain dan bertemu di dunia maya. Ada gadis belia berpacaran dengan musisi gaek. Ada pria lajang menemukan kekasih sejenisnya lewat jejaring sosial media.

Seberapa dekatkah dirimu dengan karakter-karakter di atas? Hati-hatilah, kondisi itu berpotensi mendekatkanmu pada niat bunuh diri. Jakarta memang panas dan riuh berbalikan dari Sofia yang dingin dan hening. Tetapi justru, makin cepat menumbuhkan kesepian akut di benak warganya yang berdada sempit. Di keremangan itu tiba-tiba saya ingin meraba dada sendiri, menduga-duga sesemarak apa kesepian yang merimbuni benak.
Studio GoetheHausInstitute, Selasa (24/9)

Comments