Posts

Showing posts from February, 2015

Mengelak dari Kebuntuan

Image
Mendengarkan cerita dan menuturkan cerita rupanya menjadi kebutuhan setiap orang. Tengoklah, saban hari orang perlu menonton tivi, membaca koran, buku, kitab suci, tulisan-tulisan yang berseliweran di media sosial. Bukankah mereka tengah memenuhi  kebutuhannya mendengarkan cerita? Berita, baik dalam bentuk tayangan, suara, maupun teks, informasi selebritas, kasus-kasus kriminal, sinetron, iklan, obrolan di warung kopi, semua itu pada dasarnya adalah cerita. Bentuk dan medianya saja yang berbeda. Setelah kebutuhan mendengarkan cerita terpenuhi, orang butuh menuturkan cerita dan butuh didengarkan. Tentu saja bisa sebaliknya. Kedua kebutuhan ini bisa datang secara bersamaan, berpilin berkelindan. Era media sosial seperti sekarang orang dengan mudah mendapat cerita dan memperoleh media untuk bercerita.  Kita bisa menuliskan apa saja yang kita rasakan di media sosial dan pada saat bersamaan kita bisa mendengar dan mendapatkan cerita yang kau sukai di sana. Bayangkan kau hidup pada, jangan j…

Diponegoro

Image
Mereka turun dari sedan yang diparkirkan di sisi gedung pameran. Mereka adalah wajah-wajah dengan kesegaran masa remaja yang penuh gairah dan mengabarkan kehidupan yang makmur sejahtera. Baju dan sepatu bermerek yang mereka kenakan tanpa sungkan mengatakan itu. Dengan ceria dan bercanda-canda khas remaja mereka masuk ke bangunan utama galeri. Berdiri mengantri dengan tertib untuk melakukan registrasi, kemudian menunggu giliran masuk ruang pameran. Di ruang pameran dengan antusias mereka menyimak Dr Peter Carey, tour guide sekaligus kurator pameran “Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh Hingga Kini ”.

Pameran itu berlangsung 6 Februari hingga 8 Maret di Galeri Nasional, Jakarta. Saya bersama seorang kawan datang ke sana pada Sabtu (7/2) dan menyaksikan dengan takjub remaja-remaja yang terlihat begitu riang gembira mengunjungi pameran lukisan. Pemandangan ini bagi saya telah membantah keluhan nyinyir sementara orang bahwa remaja kita lebih gandrung menghabi…

Kiamat Telah Lewat

Image

Beragam Cara Menikmati Puisi

Image

Ironi Perang, Perempuan, dan Peradaban Manusia

Image
Perang telah menjadi bagian tak terelakan dari sejarah panjang peradaban manusia. Perang berperan besar dalam membentuk dan menggulirkan wajah kebudayaan. Sejarah mencatat, perang telah memunculkan dan menenggelamkan bangsa-bangsa di panggung sejarah. Hampir tak ada bangsa yang luput dari peperangan dalam proses mengadanya atau meniadanya. Perang selalu melahirkan pihak pemenang dan pecundang, pahlawan dan bandit. Kekuasan menjadi motif utama berkobarnya perang. Maka tak pelak, perang selalu membuahkan kehancuran bagi pemenang maupun pecundang, menyisakan kenangan pedih dan trauma yang tak mudah lekang dalam ingatan semua pihak yang terlibat. Republik Rakyat Tiongkok—belakangan memiliki kekuatan ekonomi dan militer yang membayangi-bayangi negara adidaya Amerika Serikat—seperti negara-negara lain, pernah tercebur dalam peperangan yang dahsyat.
Sorgum Merah novel besutan pengarang nobelis dari China, Mo Yan, mendedah peperangan dahsyat yang mencabik-cabik rakyat Tiongkok. Namun, di tang…