Tugas Novel Itu Memang Mengolok-olok


Model oleh Leidy
Jonas Jonasson menyeret-nyeret Bali dan Indonesia dalam novelnya, The 100 Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared atawa Lelaki Tua Berumur 100 Tahun yang Kabur lewat Jendela. Pengarang Swedia ini  menghadirkan  Bali dan Indonesia  sebagai olok-olok yang membuat kita tersenyum pahit. Bali muncul melalui Ni Wayan Laksmi, seorang pelayan restoran yang kecerdasannya setaraf dengan kodok. Perempuan dari kasta Sudra ini selalu salah melayani pesanan tamunya, Herbert Einstein dan si tokoh sentral Allan Emmanuel Karlson.
Ni Wayan mengantarkan minuman pisang ambon berwarna hijau terang untuk Allan, padahal ahli pembuat bom itu memesan vodca dan Coca-Cola. Bayangkan ada pelayan restoran sekonyol itu.  Tetapi kelak Ni Wayan menjadi istri Herbert Einstein dan namanya berubah menjadi Amanda Einstein.
Amanda Einstein tidak hanya diperistri Einstein tapi juga, atas modal dan siasat Herbert Einstein, bahkan mengantarkannya menjadi Gubernur Bali. Jonasson sungguh keterlaluan! Jadi, mula-mula Herbert membuka sekolah mengemudi yang segera membangkrutkan sekolah mengemudi lokal. Orang-orang lokal yang selalu kagum dengan orang bule jelas lebih memilih diajari nyetir oleh orang bule ketimbang oleh sesama orang Bali. Setelah itu bisnis Herbert dan Amanda Einstein merembet ke hotel dan mendirikan partai politik bernama Partai Kebebasan Demokrasi Liberal. Dengan uang berlimpah yang dimiliki Herbert dari Mao Tse Tung, pemimpin komunis China, dia melakukan tiga hal untuk meraih kedudukan gubernur; kampanye pencalonannya, menyuap ketua daerah pemilihan, dan merusak reputasi si lawan utama.
Kisah Herbert dan Amanda Einstein hanya bagian kecil dari alur novel. Dan kita sebagai orang Indonesia tak perlu marah diolok-olok semacam itu oleh Jonasson. Anggap saja sebagai kritik. Lagi pula bukan hanya Bali dan Indonesia yang jadi bahan olok-olok, karena hampir semua tokoh besar dunia yang muncul dalam novel ini mulai dari Lenin, Stalin, Albert Einstein, Roosevelt , Truman, Ronald Reagen, Mao Tse Tung, hingga Kim Il Sung, tak kurang diolok-olok. Jonasson memang menuturkan novelnya dengan semangat humor dan sinisme yang berlimpah, bahkan gila-gilaan.
Herbert Einstein, tak lain adik tiri Albert Einstein yang kelahirannya tak diinginkan. Allan bertemu Herbert di kamp kerja paksa rezim Stalin bernama Glavnoe upravlenie ispravitelno-trudovykh lagerei  atau populer disebut Gulag; mereka kabur dari sana hingga sampai di Bali. Dijebloskanya Herbert Eisntein ke kamp Gulag yang legendaris itu dengan musabab yang luar biasa konyol; ia ditangkap oleh intelejen Soviet karena dikira Albert Einstein. Padahal usia kedua Einstein ini terpaut 13 tahun!
Novel ini menceritakan drama perseteruan antara dua kekuatan yang membelah dunia menjadi dua: Barat dan Komunisme dengan cara ironik dan mengejek melalui petualangan Allan Karslon, ahli bom dari Flen, sebuah distrik kecil di Swedia. Di negeri kita perseteruan dua kekuatan itu meletuskan perang saudara yang berpuncak kepada peristiwa Gestapu yang memakan korban ribuan nyawa.           
Allan yang putus sekolah pada 10 tahun dan ditinggal mati ayahnya yang sangat membenci Lenin, mengawali karirnya sebagai pembuat bom dengan menjadi buruh di perusahaan pembuat dinamit. Kepintarannya dalam membuat bom inilah yang melontarkan Allan ke dalam petualangan di tengah permusuhan dua kekuatan dunia yang saling berebut pengaruh dan berdampak pada permusuhan yang menghancurkan satu sama lain.
Novel bergerak melalui dua alur, pertama yaitu kaburnya Allan dari panti jompo tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 100 bersetting tahun 2005, dan; kedua, alur kelahiran Allan dan bagaimana ia memulai karirnya sebagai pembuat bom bersetting tahun 1905-1926.
Perseteruan dua kekuatan dunia yang memicu peperangan di seluruh belahan bumi dan meninggalkan banyak jejak cabikan luka di hampir setiap negara di bumi hingga kini itu, di novel ini tak ubahnya lelucon menjengkelkan yang hanya pantas diejek habis-habisan, dan ia telah melakukannya dengan cara yang membuat kita tertawa sekaligus gusar.

Comments

Popular posts from this blog

Harga Buku Langka