Posts

Showing posts from June, 2016

Perlawanan Pasif Warga Minoritas

Image
Dalam masyarakat kita yang hiperelijius, lesbian gay biseksual transgender (LGBT) masih menjadi isu sensitif yang kerap meletupkan kontroversi. Beberapa waktu yang belum lama berlalu bahkan menjadi topik panas. Preferernsi seksual seseorang yang sejatinya wilayah privat dianggap mengganggu dan dipaksa berhadap-hadapan dengan agama, sistem nilai, dan norma mayoritas masyarakat. Bagaimanakah sastra, dalam konteks ini puisi, merespons isu tersebut? Kita menjumpai sepasang lelaki muda  di basemen P3 fX Sudirman. Mereka….mencuri tempat dan waktu untuk bersama-sama sebentar,/ berdekapan dengan mata terbuka—berjaga-jaga dari satuan/ keamanan dan kebersihan yang mungkin lewat—/ sambil melepaskan semua kesepian setelah satu minggu lagi hidup/  seolah sebagai rang lain… Begitulah Norman Erikson Pasaribu, nama baru dalam blantika perpuisian Indonesia, menyodori kita puisi bertema LGBT dalam manuskrip kumpulan puisi Sergius Mencari Bacchus yang pernah memenangi Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan …

Puisi tentang Tubuh dan Pengkhianatan

Image
Gambar kelamin untuk film ‘Prenjak (In the Year of Monkey)’ itu penting bagi keseluruhan cerita. Ibaratnya ia merupakan inti dari cerita film berdurasi 12 menit ini. Apabila gambar kelamin ditiadakan atau katakanlah diganti dengan metafor-metafor tertentu, maka gagasan yang hendak disampaikan film ini tidak akan sampai kepada penonton. Tetapi tentu bukan gambar kelamin Rosa Winenggar dan Yohanes Budyambara, dua pemain yang memerankan karakter di film itu. Yang langsung terpikir oleh Wregas Bhanuteja, sang sutradara, untuk mendapatkan gambar kelamin adalah di kompleks pelacuran Pasar Kembang di Yogyakarta yang legendaris itu. Maka Wregas bersama tim keluar asuk rumah pelacuran. Namun rupanya untuk merekam gambar kelamin milik pelacur di kompleks pelacuran pun bukan perkara mudah.  Dari sekian rumah pelacuran yang didatangi Wregas bersama tim, satu pun tak ada germo yang bersedia mengijinkan anak asuhnya direkam kelaminnya sekalipun untuk itu mereka dibayar 2 juta (padahal hanya direkam…

Hari Pemutaran Terakhir

Image
Udara AC di ruangan kantor terasa sangat dingin. Tapi aku malas untuk memeriksa remote control dan menaikkan temperatur—lagi pula rekan di seisi ruangan ini pasti bakal protes kalau aku melakukannya. Aku langsung mengenakan kembali sepatuku seusai menunaikan salat. Perutku yang kosong lantaran sedang berpuasa barangkali yang membuat udara AC makin terasa menggigit. Pada dasarnya aku memang tak kerasan dengan udara dingin, apalagi dari AC. mungkin tubuhku terbiasa dengan udara panas kampung kelahiranku di Cirebon, dan tak kunjung mampu beradaptasi.
Dari jendela kulihat sinar matahari garang menerjang apa saja  yang ada di luar. Rekan kerjaku yang baru datang mengeluhkan suhu yang panas. Tapi aku tak menimpali keluhannya. Malas bercakap-cakap. Lebih asyik menyibukkan diri membaca tulisan di situs-situs kegemaranku seperti yang biasa kulakukan saat pekerjaan sedang sepi. Aku membuka situs 21cineplex, mengecek apakah film ‘Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara’ masih diputar. Sudah lama aku pe…