Posts

Showing posts from August, 2017

Jalan (Tak) Berbatu

Image
Aku membeli buku puisi Babad Batu pertama-tama karena sampulnya yang mencuatkan keceriaan masa remaja, lelaku manja, dan hasrat yang menampik persoalan berat. Komposisi warna kuning dan biru toska menghiasi bidang kosong dan gambar sepatu feminin yang dipenuhi kerikil warna-warni serupa permen. Gambaran tentang sebuah dunia fase awal yang dipenuhi manusia purba yang hidup dengan dan di antara batu-batu yang disarankan judul buku itu, seketika hancur dalam kepalaku. Kedua, tentu saja nama penyairnya yang melegenda. Aku ingat mengenal nama itu sejak aku tsanawiyah, ketika aku mulai tertarik menulis puisi gara-gara temanku. Temanku mengirim puisi ke stasiun radio yang menyiarkan acara sastra. Aku mendengar si penyiar radio kerap menyebut-nyebut nama penyair itu, membacakan puisinya, membacakan biografi singkat si penyair. Masih mengiang dalam ruang kepalaku biografi singkat sang penyair yang dibacakan sang penyiar. Aku berasal dari keluarga keraton dengan masa kecil yang biasa-biasa saja.…

Bersama Kecoa Mengarungi Rahasia Semesta

Image
“Ah, ada surga, kan? Kalau tidak ada surga, rasanya mengecewakan sekali, sudah hidup lama-lama dan melelahkan seperti ini dan tidak mendapatkan pembalasan apa-apa.”
“Siapa yang tahu? Rasanya capek sekali juga, kan, kalau habis mati, kau masih harus hidup lagi? Mau di mana juga;  surga kek neraka kek; hidup ya hidup saja. Terus kalau kau bosan hidup di sana, kau bisa apa?  Tidak bisa mati, kau kan sudah mati. Nah, terus, orang-orang yang di neraka itu; bagaimana mereka? Di neraka terus saja, selamanya? Mampuslah sudah. Hmmm, sepertinya lebih asyik kalau bisa mati dan sudah, mati saja. Tapi, jangan bilang-bilang orang lain. Kalau kedengaran aku bilang begini, aku akan digantung di menara jam dan dituduh tidak bertuhan….” (hal 119).
Percakapan antara kakek penjaga toko sepatu dengan seorang anak muda bermantel tebal  yang menyoal isu kehidupan setelah kematian yang saya kutip di atas, itulah percakapan yang menegaskan simpul novel “Semua Ikan di Langit”: kemaharahasiaan yang menyelimuti se…