Posts

Showing posts from August, 2017

Jalan (Tak) Berbatu

Image
Aku membeli buku puisi Babad Batu pertama-tama karena sampulnya yang mencuatkan keceriaan masa remaja, lelaku manja, dan hasrat yang menampik persoalan berat. Komposisi warna kuning dan biru toska menghiasi bidang kosong dan gambar sepatu feminin yang dipenuhi kerikil warna-warni serupa permen. Gambaran tentang sebuah dunia fase awal yang dipenuhi manusia purba yang hidup dengan dan di antara batu-batu yang disarankan judul buku itu, seketika hancur dalam kepalaku. Kedua, tentu saja nama penyairnya yang melegenda. Aku ingat mengenal nama itu sejak aku tsanawiyah, ketika aku mulai tertarik menulis puisi gara-gara temanku. Temanku mengirim puisi ke stasiun radio yang menyiarkan acara sastra. Aku mendengar si penyiar radio kerap menyebut-nyebut nama penyair itu, membacakan puisinya, membacakan biografi singkat si penyair. Masih mengiang dalam ruang kepalaku biografi singkat sang penyair yang dibacakan sang penyiar. Aku berasal dari keluarga keraton dengan masa kecil yang biasa-biasa saja.…